20 Oktober lalu, aku berkesempatan menikmati perjalanan Bandung-Jakarta yang tak biasa. Yah, karena biasanya perjalanan antar kota aku hanya menjumpai kejenuhan melihat gambar-gambar berulang di kanan-kiri jendela kendaraan. Kali ini diatas gerbong kereta aku benar-benar tersentak setelah beberapa kali gerbong kereta melewati jurang dan tebing yang tinggi. Hmmm, memang Bandung dikelilingi oleh banyak bukit. Ngeri juga rasanya saat gerbong kereta melintasi rel yang berada tinggi di atas jurang. Apalagi pada rel tersebut tak ada dinding pembatas.
Sesekali aku melihat jalan-jalan beraspal di sisi yang lain. Wow, ternyata itu jalan tol yang melintasi Bandung-Jakarta. Baru tahu kalau ternyata jalan tol itu beberapa juga disangga oleh tiang-tiang beton yang tinggi. Memang kalau dari mobil, tak terasa kalau sebenarnya jalan yang kita susuri itu hanyalah jalan setapak di atas tiang.
Bukit-bukit yang rimbun dengan pepohonan seakan melupakan kalau itu masih wilayah Bandung. Ya karena Bandung dengan nama besarnya seolah tak ada sisa tanah perawan, seakan semua telah tertutup beton-beton bangunan. Hmm, tanah Jawa masih banyak ruang kok untuk pembangunan. Tak perlu penuh di area kota-kota besar saja.